HUNTING MAHABBATULLAH

Kamis, 25 Maret 2010

SEBELUM FAJAR

Kita masih juga menanti
ketika angin membawa derai ombak
dan bayangkan kuntum-kuntum karang
terbuka menyambut ujung ombak
perciknya menutupi cakrawala

“Ia belum juga tiba”, katamu;
kembali suara itu membentur dinding
dan susut dalam angin

kita masih mengharapkan juga
ketika diluar terdengar langkah kaki
kita bayangkan pembawa berita itu
berhasil menyebrang samudra
segera akan mengumumkan pembebasan kita

tetapi waktu selalu cepat lewat
sebelum kata pertama dikumandangkan
entah apa yang akan meredakan dingin
yang hamper mengkristal dalam pembuluh darah kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

family slideshow