
Awal April, jam dua malam
pelita tersenyum mendengar rahasia angin
lalu menari pelan-pelan
Aku terpaksa berhenti membaca
Membiarkan huruf ikut dalam tari pelita dan angin
ketika ahli bait mendengkur
“BERBAHAGIALAH MEREKA YANG TAK TAHU MENAHU”
Aku tahu ada rahasia,
Cuma angin, pelita dan huruf yang menggambarkannya
kucekik buku dan nyala
kukejar angin melalui lubang dinding bambu
Aku meloncat dari puncak kelapa kepuncak kelapa
Lari seperti angin mendesing,
Namun, … sia-sia kukejar
Aku terdampar disisi malam buta
jauh dibawah sungai terengah-engah
bersicepat dengan bumi
yang mengejar diri sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar